Q: Apakah rangka atap baja ringan terbuat dari alumunium?
A: Rangka atap baja ringan terbuat dari baja mutu tinggi, yang secara teknis disebut Hi Ten G550.
Bahan baja ini mempunyai kekuatan leleh minimum 550 Mpa dan tegangan maksimum 550 Mpa.
Alumunium adalah salah satu bahan baku untuk lapisan anti karat yang umum beredar di Indonesia.

Q: Apakah benar jenis Zincalum/Galavalum/Alumunium Zinc lebih baik dari jenis Galvanise?
A: Yang perlu diperhatikan lebih baik adalah kualitas dan ketebalan jenis masing-masing “coating” lapisan anti karatnya. Sebagai informasi, di Indonesia belum ada peraturan yang mengatur tentang konstruksi baja ringan, oleh karena itu perlu membandingkan dengan peraturan yang dibuat oleh beberapa negara maju, sbb.:
1. ASTM A 1003 / A 1003 M – 05 (Standar Amerika)
2. AS 1397 – 2001 (Standar Australia)
3. JIS G3302 – 1998 (Standar Jepang)

Ketiga standar internasional di atas menyatakan bahwa ketebalan minimum coating untuk bahan struktur adalah sbb.:
1. Zincalume/Galvalume/Alumunium Zinc/AZ minimal AZ150 atau 150 gr/M²
2. Galavanise/Z minimal Z180 atau 180 gr/M²

Q: Berapakah harga rangka atap baja ringan?
A: Calon konsumen rangka atap baja ringan disarankan hati-hati menghadapi penyedia jasa konstruksi rangka atap baja ringan yang bisa memberikan penawaran harga tanpa melakukan perhitungan struktur terlebih dahulu, karena harga rangka atap baja ringan dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Tipe atap.Limas lebih mahal dari Pelana karena bahan tipe limas memerlukan bahan lebih banyak.
2. Beban yang ditanggung oleh rangka atap baja ringan. Semakin berat beban yang ditanggung,
diperlukan bahan yang lebih banyak untuk memperkuat struktur.
3. Jenis genteng. Genteng dengan jarak reng pendek akan membutuhkan bahan reng lebih banyak,
sehingga harga rangka atap baja ringan menjadi lebih mahal.